Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

SEBUAH JEDA DARI WAKTU: Menghitung Amanah Usia dan Jejak Hikmah di Pertengahan Jalan

Di hari ini, di mana kalender mengulang kembali penanda lahirnya raga ini, hati seorang perasa seperti saya tidak hanya disergap kebahagiaan, melainkan oleh sebuah kontemplasi yang sunyi. Milad (ulang tahun) bukanlah sekadar perayaan ia adalah Piagam Audit Batin yang menuntut kita untuk berhenti sejenak, di tengah hiruk-pikuk hustle dan tuntutan akademis. Usia yang bertambah ini, dalam kacamata filosofis, bukanlah penambahan hak, melainkan penambahan Amanah. Amanah Waktu (Al-Waqt): Kita dihadapkan pada kenyataan pahit: waktu yang tersisa di dunia ini berkurang. Jika hidup adalah Safinatun Najah (Perahu Keselamatan), maka pertambahan usia adalah suara ombak yang mengingatkan kita untuk mengencangkan layar dan meluruskan niat. Setiap tahun yang berlalu adalah babak yang harus ditutup dengan husnul khatimah (penutup yang baik), bukan sekadar tumpukan kegagalan. Hikmah dalam Setiap Gagal dan Lelah: Perjalanan ini, sebagai perantau dan penuntut ilmu, telah mengajarkan saya bahwa hikmah seri...

SUARA AYAH DI BALIK DIAM

  Jika kasih Ibu adalah nyanyian Tahajud yang membangunkan kita di sepertiga malam, maka kasih Ayah adalah pilar sunyi yang menopang seluruh atap rumah kita. Di Hari Ayah ini, saya kembali disergap oleh rasa rindu yang melankolis rindu pada kehangatan yang seringkali terbungkus dalam diam yang tebal. Bagi saya, Ayah bukan hanya figur, ia adalah filsafat hidup yang berjalan. 1. Pelajaran Ikhtiar dalam Keheningan: Dulu, kita sering berpikir Ayah hanya sibuk dengan pekerjaan. Kini, kita menyadari, Ayah sibuk melawan cemas di dunia yang tak pernah ia tunjukkan pada kita. Ia tidak menelpon untuk mengingatkan shalat sesering Ibu, tetapi setiap keringatnya, setiap keputusan sulitnya, adalah shalat ikhtiar yang tak terucapkan. Ayah mengajarkan kita tentang Tawakal yang sejati: bukan hanya berserah setelah berdoa, tetapi bekerja keras hingga peluh menjadi doa, tanpa perlu pengakuan. Ia adalah Qana'ah (rasa cukup) yang hidup, rela mengurangi jatahnya sendiri demi memastikan segala kebutuhan ...

SAMUDRA YANG BICARA: Menggugat Mitos Columbus dan Jejak Moor di Benua yang Terlupakan

  Kita diajarkan bahwa Christopher Columbus adalah sang penemu. Padahal, fakta sejarah dan temuan ilmiah (yang mestinya menjadi hujjah kita sebagai kaum terpelajar) menunjukkan hal yang berbeda: Columbus, hanya sampai di Karibia, dan perjalanannya pun difasilitasi oleh peta dan ilmu navigasi yang sebagian besar diwarisi dari peradaban yang baru saja ia hancurkan di Andalusia. Tragedi Penemuan yang Tersembunyi: Kebenaran yang sunyi berbisik: Jejak kaki pertama di benua itu telah lebih dahulu diukir oleh para pelaut Moor (Muslim dari Maroko dan Spanyol) dan suku Beybers (Afrika Barat). Jauh sebelum 1492, mereka sudah melintasi Samudra Atlantik. Mengapa narasi ini penting bagi kita? Gugatan Terhadap Monopoli Sejarah: Klaim Columbus sebagai 'penemu' adalah monopoli narasi Barat yang bertujuan menghapus kontribusi peradaban lain, terutama Islam. Penemuan oleh Moor dan Beybers membuktikan bahwa keterbukaan, ilmu astronomi, dan navigasi sudah menjadi kekuatan umat Islam yang diilhami ...