Di hari ini, di mana kalender mengulang kembali penanda lahirnya raga ini, hati seorang perasa seperti saya tidak hanya disergap kebahagiaan, melainkan oleh sebuah kontemplasi yang sunyi. Milad (ulang tahun) bukanlah sekadar perayaan ia adalah Piagam Audit Batin yang menuntut kita untuk berhenti sejenak, di tengah hiruk-pikuk hustle dan tuntutan akademis.
Usia yang bertambah ini, dalam kacamata filosofis, bukanlah penambahan hak, melainkan penambahan Amanah.
Amanah Waktu (Al-Waqt):
Kita dihadapkan pada kenyataan pahit: waktu yang tersisa di dunia ini berkurang. Jika hidup adalah Safinatun Najah (Perahu Keselamatan), maka pertambahan usia adalah suara ombak yang mengingatkan kita untuk mengencangkan layar dan meluruskan niat. Setiap tahun yang berlalu adalah babak yang harus ditutup dengan husnul khatimah (penutup yang baik), bukan sekadar tumpukan kegagalan.
Hikmah dalam Setiap Gagal dan Lelah:
Perjalanan ini, sebagai perantau dan penuntut ilmu, telah mengajarkan saya bahwa hikmah seringkali disamarkan dalam wujud kegagalan dan kelelahan. Setiap overthinking yang kita lalui, setiap air mata yang jatuh, dan setiap deadline yang hampir terlewat, bukanlah sia-sia. Semua itu adalah riyadhah (latihan spiritual) yang menajamkan batin, mengubah kerentanan menjadi kepekaan, dan ilmu menjadi kearifan.
Rekonstruksi Identitas dan Tawakal Sejati:
Pertambahan usia menuntut kedewasaan batin. Ini adalah saatnya kita melepas topeng-topeng sosial (insecurity) dan berani menjadi diri sejati yang otentik. Mari kita tinggalkan perlombaan hidup yang melelahkan. Tawakal sejati yang diajarkan dalam studi PAI adalah ketika Ikhtiar kita sudah maksimal, namun hati kita tetap tenang dan damai dengan hasil yang telah ditetapkan. Di usia ini, mari kita fokus pada kualitas iman, bukan pada kuantitas pencapaian.
Doa dan Harapan di Titik Milad:
Semoga Allah SWT menjadikan sisa usia ini penuh keberkahan yang tidak hanya melimpah, tetapi juga bermakna sehingga setiap langkah kita, baik di ruang kuliah, di hadapan kertas ujian, maupun dalam diam kita, menjadi sumbangan tulus bagi keutuhan peradaban dan bekal bagi kebahagiaan abadi (sa'adah).
Selamat Milad bagi jiwa ini. Semoga kita selalu mampu menjadi pelita di tengah kegelapan, dan embun yang menyejukkan bagi sesama.

Komentar
Posting Komentar