Kisah tanpa
akhir
Kita tidak tau
apa yang akan terjadi, kita hanya bisa memilih, dengan pilihan yang terbaik. Terkadang
pilihan, tidak begitu berjalan baik, tapi setiap pilihan punya kemungkinan untuk
hasil yang maksimal.
Kata orang
bijak diluar sana, ketika kamu dikondisi memilih, kemudian pilihan itu mendapatkan
hasil yang buruk, tak apa, jangan merasa runtuh, kamu benar, kamu gagal dengan
pilihanmu sendiri, semua proses yang kamu jalani mampu kamu lewati, dan kamu
hebat menjalani pilihanmu hingga mendapatkan hasil, baik buruknya itu adalah pilihan
terbaik yang kamu ambil.
Begitu juga dengan pasangan, menemui orang asing, mengenalnya dengan tulus, menghabiskan beberapa waktu bersama, dan kemudian menjadi orang asing lagi.
Waktu-waktu
yang indah itu, kenangan manis itu, semuanya menjadi cerita menarik dikemudian
hari. Benar, semua akan menjadi asing pada waktunya, datang dan pergi, bersama
dan berpisah, suka dan duka, pilu dan lara, dasar ! manusia fana.
Semuanya terasa
singkat, bunga di depan rumah, toko di ujung jalan, dan lainnya. Perasaan dan
suasana berubah. Semua tak lagi sama, kenangan buruk membuatmu trauma, tapi
kenangan baik juga bikin down, karena sulit untuk di ulang.
Semuanya soal
waktu, waktu yang bisa menyembuhkan, waktu juga yang akan menghapus semua
kenangan, baik buruknya, senang atau duka, singkat atau lama.
Tapi setalah
kupikir, kita sering kali lupa, kenangan buruk ada untuk memastikan kenangan
baik itu benar-benar baik. Lalu, jika tidak ada yang buruk, parameter untuk
memastikan yang baik itu bagaimana ?
Dan paling
tidak mengenakkan dalam kenangan itu adalah penyesalan, memang diatas, pintaku
untuk berdamai, terlalu naif juga tidak menyesali hal-hal kecil yang terlewati
kala itu.
Kurangnya akrab
dengan orang terdekat, sibuk dengan dunia masing-masing, tak sempat mengabari
kerabat jauh, melupakan orang di rumah, dan banyak hal lainnya.
Sangat disayangkan kenapa kenangan itu tidak
dibentuk sebegitu indah, memang tak bisa sempurna, tapi bisa indah untuk dikenang,
damai untuk diingat, dan bahagia jika terulang.
Kembali lagi
karena hidup ini misterius, kapan dan dimana hal-hal itu terjadi, waktu berlalu,
semua telah terjadi, ambil hikmahnya dan belajar menerima dengan ikhlas.
Aku sedikit
malas menulis akhir-akhir ini, kalo ku pikir, aku lebih lancar menulis ketika jatuh
cinta , ketimbang sendiri saat ini, aneh hahaha
Banyak cerita
menarik sebenarnya lain kali ku tulis deh

Komentar
Posting Komentar