Langsung ke konten utama

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

Kisah tanpa akhir

 


Kisah tanpa akhir

 

Kita tidak tau apa yang akan terjadi, kita hanya bisa memilih, dengan pilihan yang terbaik. Terkadang pilihan, tidak begitu berjalan baik, tapi setiap pilihan punya kemungkinan untuk hasil yang maksimal.

Kata orang bijak diluar sana, ketika kamu dikondisi memilih, kemudian pilihan itu mendapatkan hasil yang buruk, tak apa, jangan merasa runtuh, kamu benar, kamu gagal dengan pilihanmu sendiri, semua proses yang kamu jalani mampu kamu lewati, dan kamu hebat menjalani pilihanmu hingga mendapatkan hasil, baik buruknya itu adalah pilihan terbaik yang kamu ambil.

Begitu juga dengan pasangan, menemui orang asing, mengenalnya dengan tulus, menghabiskan beberapa waktu bersama, dan kemudian menjadi orang asing lagi.

Waktu-waktu yang indah itu, kenangan manis itu, semuanya menjadi cerita menarik dikemudian hari. Benar, semua akan menjadi asing pada waktunya, datang dan pergi, bersama dan berpisah, suka dan duka, pilu dan lara, dasar ! manusia fana.

Semuanya terasa singkat, bunga di depan rumah, toko di ujung jalan, dan lainnya. Perasaan dan suasana berubah. Semua tak lagi sama, kenangan buruk membuatmu trauma, tapi kenangan baik juga bikin down, karena sulit untuk di ulang.

Semuanya soal waktu, waktu yang bisa menyembuhkan, waktu juga yang akan menghapus semua kenangan, baik buruknya, senang atau duka, singkat atau lama.

Tapi setalah kupikir, kita sering kali lupa, kenangan buruk ada untuk memastikan kenangan baik itu benar-benar baik. Lalu, jika tidak ada yang buruk, parameter untuk memastikan yang baik itu bagaimana ?

Dan paling tidak mengenakkan dalam kenangan itu adalah penyesalan, memang diatas, pintaku untuk berdamai, terlalu naif juga tidak menyesali hal-hal kecil yang terlewati kala itu.

Kurangnya akrab dengan orang terdekat, sibuk dengan dunia masing-masing, tak sempat mengabari kerabat jauh, melupakan orang di rumah, dan banyak hal lainnya.

 Sangat disayangkan kenapa kenangan itu tidak dibentuk sebegitu indah, memang tak bisa sempurna, tapi bisa indah untuk dikenang, damai untuk diingat, dan bahagia jika terulang.

Kembali lagi karena hidup ini misterius, kapan dan dimana hal-hal itu terjadi, waktu berlalu, semua telah terjadi, ambil hikmahnya dan belajar menerima dengan ikhlas.

Aku sedikit malas menulis akhir-akhir ini, kalo ku pikir, aku lebih lancar menulis ketika jatuh cinta , ketimbang sendiri saat ini, aneh hahaha

 

Banyak cerita menarik sebenarnya lain kali ku tulis deh




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sadtember

  aku merayu tubuhku  agar patuh segera pulang kepada doa - doa panjang  aku merayu tuhan untuk tetap mengelus tulang - belulangku hingga patah sampai kembali ke tanah.  doa tengah malam jangan menjauh meski bohong bolong ompong tak ada yang lebih sialan dari hiruk - pikuk dunia selain hilangnya doa - doa dan keyakinan yang kabur entah ke mana. tubuh tabah menengadah untuk teriakan paling sunyi  aku menjadi rimpuh dan mandi air tubuhku  soal segala rimpang yang tak rampung - rampung hening membuat malam semakin basah tumpah ruah riuh  oleh doa - doa yang sakit yang tak bisa lebih panjang dari isak sudah  telan sajalah !  dunia sudah sialan ingin mengumpat tetapi takut doa ditolak. Rasanya seperti ingin menyerah saja.

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

SEBUAH JEDA DARI WAKTU: Menghitung Amanah Usia dan Jejak Hikmah di Pertengahan Jalan

Di hari ini, di mana kalender mengulang kembali penanda lahirnya raga ini, hati seorang perasa seperti saya tidak hanya disergap kebahagiaan, melainkan oleh sebuah kontemplasi yang sunyi. Milad (ulang tahun) bukanlah sekadar perayaan ia adalah Piagam Audit Batin yang menuntut kita untuk berhenti sejenak, di tengah hiruk-pikuk hustle dan tuntutan akademis. Usia yang bertambah ini, dalam kacamata filosofis, bukanlah penambahan hak, melainkan penambahan Amanah. Amanah Waktu (Al-Waqt): Kita dihadapkan pada kenyataan pahit: waktu yang tersisa di dunia ini berkurang. Jika hidup adalah Safinatun Najah (Perahu Keselamatan), maka pertambahan usia adalah suara ombak yang mengingatkan kita untuk mengencangkan layar dan meluruskan niat. Setiap tahun yang berlalu adalah babak yang harus ditutup dengan husnul khatimah (penutup yang baik), bukan sekadar tumpukan kegagalan. Hikmah dalam Setiap Gagal dan Lelah: Perjalanan ini, sebagai perantau dan penuntut ilmu, telah mengajarkan saya bahwa hikmah seri...