Di hari ini, di mana kalender mengulang kembali penanda lahirnya raga ini, hati seorang perasa seperti saya tidak hanya disergap kebahagiaan, melainkan oleh sebuah kontemplasi yang sunyi. Milad (ulang tahun) bukanlah sekadar perayaan ia adalah Piagam Audit Batin yang menuntut kita untuk berhenti sejenak, di tengah hiruk-pikuk hustle dan tuntutan akademis. Usia yang bertambah ini, dalam kacamata filosofis, bukanlah penambahan hak, melainkan penambahan Amanah. Amanah Waktu (Al-Waqt): Kita dihadapkan pada kenyataan pahit: waktu yang tersisa di dunia ini berkurang. Jika hidup adalah Safinatun Najah (Perahu Keselamatan), maka pertambahan usia adalah suara ombak yang mengingatkan kita untuk mengencangkan layar dan meluruskan niat. Setiap tahun yang berlalu adalah babak yang harus ditutup dengan husnul khatimah (penutup yang baik), bukan sekadar tumpukan kegagalan. Hikmah dalam Setiap Gagal dan Lelah: Perjalanan ini, sebagai perantau dan penuntut ilmu, telah mengajarkan saya bahwa hikmah seri...
Yang selama ini kita anggap gagal itu sebenarnya rencana kita, pertanyaannya apakah rencana kita memang yang terbaik untuk masa depan ? siapa yang tahu ? , bisa jadi yang tidak kita rencanakan jauh lebih baik. Jadi yang gagal itu hanya rencana kita, bukan masa depan. Dulu kita berangkat diwaktu yang sama, tapi dari tempat yang berbeda, dengan kondisi yang berbeda, melalui jalan yang berbeda, menghadapi rintangan yang berbeda, dengan bekal yang berbeda, dengan kekuatan yang berbeda. Akhirnya... sebagian sudah sampai duluan, sebagian lagi baru tiba belakangan, dan sebagiannya lagi mungkin belum separuh perjalanan, tidak apa-apa, yang penting sudah berangkat, karena siapa yang berangkat, dia pasti kemungkinan untuk sampai, yang tidak berangkat jelas tidak punya kemungkinan itu. Di fase pertama kamu sangat money oriented, kamu begitu meyakini jika kamu punya banyak uang, maka hidupmu tidak akan ada masalah, lalu difase berikutnya kamu mulai menyadari bahwa uang bukan b...