Langsung ke konten utama

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

Titik kelam dunia

 


Perang Dunia II.

Mendengarkan kata perang, mungkin masih ingat didalam pikiran kita peristiwa perang dunia dua (WW II).

Yang mana perang ini banyak melibatkan negara di berbagai dunia, dan hampir semua negara ikut dalam perang ini, dan juga merupakan perang yang terbesar dan paling bersejarah yang pernah ada dimuka bumi ini.

Perang dunia dua merupakan perang kelanjutan perang dunia satu yang terjadi dan berakhir beberapa tahun setelahnya,

Perang  ini membawa pengaruh yang sangat luas, sekaligus mengakhiri konflik berkepanjangan di negara-negara eropa,

Selain itu juga, perang dunia dua banyak membawa perubahan dalam dinamika politik dunia internasional, dan banyak melahirkan pemikiran oraganisasi internasional.

Dan perang dunia dua juga merubah cara berpolitik dunia, meskipun demikian perang dunia dua mengakibatkan kehancuran yang begitu luas diseluruh dunia, dan menimbulkan kerugian besar sekaligus jumblah korban tewas yang begitu banyak.

Dalam peristiwa perang dunia dua ini bisa dikatakan peristiwa paling berdarah yang pernah terjadi dimuka bumi ini,

Mungkin bagi kita di Indonesia, perang dunia dua adalah suatu perang yang terjadi jauh diluar sana,dan kurang berdampak signifikan bagi kita.

Anggapan ini bisa jadi muncul,karena Indonesia kala itu sama sekali tidak angkat senjata dan ikut dalam perang,pada periode 1941-1945, indonesia masih berjuang melawan penjajahan.

Jika kita sedikit mengingat pada masa-masa sekolah kita dulu, saat kita belajar sejarah dikelas atau buku-buku sejarah di sekolah, mungkin kita ingat beberapa kata kunci pada perang dunia dua.

Mungkin yang sering kita ingat dimasa sekolah yaitu terjadinya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, dan mungkin juga NAZI Jerman,atau peristiwa Pearl Harbour,dan kisah pembebasan kota-kota di Perancis yang begitu hebatnya.

Namun ketika berbicara kapan dan akhirnya perang dunia dua, apakah kita masih ingat,apa sebenarnya menjadi titik berakhirnya perang dunia dua?

Jika kita berpikir perang dunia dua berakhir setelah Jepang dibom oleh Amerika Serikat,maka kita salah.

Perng dunia dua berakhir setelah tentara NAZI Jerman menandatangani dokumen kapitulasi pada 8 mei 1945,yang berlaku pada 09 mei.

Kepada siapa NAZI menyerah?.

Apakah kita juga berpikir NAZI juga menyerah pada Inggris?atau Amerika Serikat?

Tentu saja jawabannya bukan.

NAZI menyerah pada Uni Soviet (Rusia), meskipun kemenangan diraih banyak negara,Uni Soviet lah yang menaklukkan tentara NAZI Jerman,selama masa perang dunia dua.

NAZI Jerman tidak hanya menggempur Uni soviet, tapi sebagian besar dataran eropa, namun NAZI baru menemukan lawan yang seimbang ketika behadapan sang beruang Uni soviet.

Bagaimana jika dahulu Uni soviet gagal mengalahkan NAZI jerman?,

Bisa dipastikan dunia khususnya eropa tidak akan seperti sekarang ini.

Ketika uni soviet berhasil mengalahkan NAZI, Soviet tidak hanya membebaskan negara dari serangan pasukan nazi, tetapi juga membebaskan eropa yang saat itu dikuasai oleh jerman.

Dalam masa perang Uni soviet dan NAZI, uni soviet berhasil melenyapkan lebih 70% tentara jerman,atau sekitar 10 juta tentara  dari 13,4 juta tantara jerman.

Tentara merah Uni soviet mengalahkan dan menangkap 607 divisi musuh sepanjang 1941-1945.

Jauh lebih banyak dibandingkan 176 divisi yang dihancurkan pasukan inggris dan amerika serikat jika digabungkan.

Selain itu kerugian material harus ditanggung Uni Soviet selama perang mencapai 2,5 TR atau sekitar 472 M dollar amerika serikat, dalam istimasi nilai mata uang sebelum adanya perang.

Selain itu juga,jutaan tentara warga soviet meregang nyawa. Menurut para sejarah,jika nazi mampu mengalahkan soviet pada perang dunia dua, bisa dipastikan jerman NAZI akan menjadi kekuatan super power didunia, mungkin akan sulit dikalahkan negara manapun.

Karena pada pada masa itu juga jerman nazi sudah mampu mengembangkan teknologi canggih dan modern,

Dengan  satu contoh, jerman Nazi pada masa itu sudah mampu mengembangkan roket yang mana sekarang menjadi senjata andalan negara modern pada saat ini.

Selain itu juga pesawat siluman juga telah ditemukan, akan tetapi teknologi Nazi ini terbentur dengan sumber daya yang kurang memadai, sehingga memerlukan wilayah baru yang kaya akan sumber daya,dan waktu itu jerman nazi menginginkan Uni soviet sebagai lahan baru untuk warga jerman.

Mungkin sejarah ini sering kali terlupakan kita,bahkan di pendidikan formal, mungkin tidak pernah diterangkan secara rinci, atau karena menyangkut ideologi komunis yang dianut Uni soviet.

Bagi Indonesia, Uni soviet kala itu  atau sekarang dikenal dengan Rusia memang mempunyai kesan tersendiri bagi negara ini,soviet.

Pernah  menjadi sahabat dekat, tapi sekaligus dianggap sebagai negara yang masuk dalam daftar hitam karena ideologi yang dianut negara tersebut.

Memang negara kita memiliki masa lalu yang kelam dengan komunis, bagi rakyat Rusia yang pernah mengalami era kepemimpinan komunis Uni soviet masa-masa tersebut juga memiliki kesan yang cukup rumit.

Vladimir Putin pernah berkata “siapapun yang tidak merindukan uni soviet,tidak punya perasaan,namun siapapun yang ingin kembali masa soviet atau system pemerintahan uni soviet,tidaklah punya otak”

Mungkin kita tau makna apa yang pernah disampaikan presiden Rusia itu tentang soviet.

Bagaimana pendapat anda, apakah benar dunia berhutang budi pada soviet?

Ataukah memang dunia barat lah yang memenangkan perang dunia itu..

Sumber:Rusiabeyond

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sadtember

  aku merayu tubuhku  agar patuh segera pulang kepada doa - doa panjang  aku merayu tuhan untuk tetap mengelus tulang - belulangku hingga patah sampai kembali ke tanah.  doa tengah malam jangan menjauh meski bohong bolong ompong tak ada yang lebih sialan dari hiruk - pikuk dunia selain hilangnya doa - doa dan keyakinan yang kabur entah ke mana. tubuh tabah menengadah untuk teriakan paling sunyi  aku menjadi rimpuh dan mandi air tubuhku  soal segala rimpang yang tak rampung - rampung hening membuat malam semakin basah tumpah ruah riuh  oleh doa - doa yang sakit yang tak bisa lebih panjang dari isak sudah  telan sajalah !  dunia sudah sialan ingin mengumpat tetapi takut doa ditolak. Rasanya seperti ingin menyerah saja.

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

Siapa Aku ?

Nama ku Wildan Salsabila Lubis . lahir 25 November tahunnya aku lupa . membaca dan menulis hal yang sudah kugemari dari kecil. Buku-buku sejarah dan ilmu pengetahuan di rumah sering kali aku menjumpainya,melihat sampulnya yang menarik,mencoba menarik diriku kedalam tulisan-tulisan sejarah,agama,dan filsafat . Blog ini kutulis juga keluh kesahku, aku menulis apa yang aku baca,apa yang dirasa, apa saja yang ingin aku tulis. Menurutku aku introvert, aku sangat lelah jika dikeramaian,makanya menghadiri pernikahan merupakan sesuatu yang jarang aku lakukan, bersosial secukupnya,berteman juga tidak terlalu banyak. Tidak menyukai keramaian,tapi benci kesepian .  . Bukannya aku anti sosial ya, lebih memilih dan menelaah setiap kepala orang baru yang aku jumpai . aku fresh graduate uin syarif hidayatullah jakarta.  itu saja lain kali aku menulis diriku lebih panjang .