Langsung ke konten utama

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

Sejarah singkat Mesjid Jami' Tanpa Paku

 


Sejarah singkat

 Mesjid Jami’ air tiris Kab. Kampar Provinsi Riau. Riau adalah daerah melayu yang memiliki ragam budaya yang sangat kental dengan nuansa islami,di daerah ini ditemukan beberapa peninggalan sejarah dan mempunyai nilai seni yang tinggi,juga menjadikan bukti peninggalan islam di masa lalu,salah satunya adalah masjid yang merupakan sarana peribadatan umat,sarana pendidikan,bahkan diskusi adat.

Sebelum Masjid jami’ ini didirikan, masyarakat disana terlebih dahulu membangun pasar pada tahun 1881,yang merupakan keSepakatan para tokoh ulama 22 kampung,karenanya untuk memudahkan dan juga menunjang perekonomian masyarakat Air tiris.

 Maka didirikanlah pasar terlebih dahulu. Selang beberapa tahun kemudian ada seseorang tokoh dan juga ulama yang bernama Engku Mudo Songkal keturunan tapanuli selatan , ibunya asli Kampar dan ayah berdarah batak,sekian lama menimba ilmu di Sumatera Barat kemudian pulang dan kembali ke kampung halaman ibunya yaitu ke Air tiris.

Ketika waktu zuhur tiba beliau melihat tidak ada masjid didaerah tersebut,melihat kondisi daerah sekitar tidak ada tempat untuk shalat, beliau mengajak tokoh-tokoh dan juga pemuka agama yang berada di Air tiris, yang biasa dikenal dengan istilah “Ninik Mamak Nan Dua Belas” yaitu para ninik-mamak dari berbagai suku yang berada didalam kampung tersebut. Akhirnya semua masyarakat sepakat dan siap bekerja sama.

 Datuk engku mudo songkal mendapatkan ide dengan mencontohkan masjid demak,dan semua masyarakat mulai begotong royong dan bekerja sama, inipun terjadi pada tahun 1901 dan selesai 1904,artinya butuh waktu 3 tahun membuat masjid jami’ tersebut. Yang unik dari masjid ini adalah masjid ini dibangun tanpa memerlukan biaya sepersen pun,murni dari kekayaan alam,dan kerja sama masyarakat Air tiris kala itu,dan juga yang menarik lagi masjid ini didirkan tanpa menggunakan paku , Alhamdulillah masjid ini kokoh dan berdiri indah hingga sekarang.

 Dan juga ketika banjir setiap tahunnya masjid ini aman dan selalu dilindungi dengan izin Allah subhanahu wata’ala,padahal jika dilihat ketika banjir,rumah warga terendam banjir namun tidak dengan masjid jami’ tersebut.

 Dan juga mungkin karena keikhlasan masyarakat mendirikan masjid ini penuh emosional dan rasa simpati yang tinggi untuk kemaslahatan umat islam di daerah air tiris tentunya.

Nama masjid jami’ sendiri di ambil dari bahasa arab yang artinya : masjid bersama, milik bersama,namun ada nama lain dari masjid ini yaitu Keramat Batuah. kenapa Keramat? Karena dulu ketika masa penjajahan Kolonial belanda mencoba membakar masjid tersebut,menyiraminya dengan minyak namun tetap tidak bisa dibakar.

Kemudian istilah Batuah,seperti cerita di atas bahwasanya setiap tahun daerah Kab.Kampar dilanda banjir,rumah warga setempat tenggelam karena banjir,bahkan warga setempat yakin air banjir tersebut seharusnya membanjiri masjid,ketika air sampai didepan pintu masjid air tersebut selalu menyosor kebawah mengalir deras kebawah masjid tanpa bisa memasuki masjid tersebut,dan ini kerap terjadi setiap tahunnya,qadarullah masjid jami’ tidak dimasuki air,justru kebanyakan masyarakat mengungsi ke masjid tersebut maka orang Kampar menyebutnya batuah.

Masjid ini juga merupakan harapan umat islam yang selalu dijaga kelestariannya,baik masyarakat setempat atau para wisatawan,dan tetap menjaga keberagaman daerah air tiris agar terus dirasakan dari generasi ke generasi nantinya.

 

Sumber : pengurus masjid jami’ Bpk. Amirudin khotib.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sadtember

  aku merayu tubuhku  agar patuh segera pulang kepada doa - doa panjang  aku merayu tuhan untuk tetap mengelus tulang - belulangku hingga patah sampai kembali ke tanah.  doa tengah malam jangan menjauh meski bohong bolong ompong tak ada yang lebih sialan dari hiruk - pikuk dunia selain hilangnya doa - doa dan keyakinan yang kabur entah ke mana. tubuh tabah menengadah untuk teriakan paling sunyi  aku menjadi rimpuh dan mandi air tubuhku  soal segala rimpang yang tak rampung - rampung hening membuat malam semakin basah tumpah ruah riuh  oleh doa - doa yang sakit yang tak bisa lebih panjang dari isak sudah  telan sajalah !  dunia sudah sialan ingin mengumpat tetapi takut doa ditolak. Rasanya seperti ingin menyerah saja.

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

Siapa Aku ?

Nama ku Wildan Salsabila Lubis . lahir 25 November tahunnya aku lupa . membaca dan menulis hal yang sudah kugemari dari kecil. Buku-buku sejarah dan ilmu pengetahuan di rumah sering kali aku menjumpainya,melihat sampulnya yang menarik,mencoba menarik diriku kedalam tulisan-tulisan sejarah,agama,dan filsafat . Blog ini kutulis juga keluh kesahku, aku menulis apa yang aku baca,apa yang dirasa, apa saja yang ingin aku tulis. Menurutku aku introvert, aku sangat lelah jika dikeramaian,makanya menghadiri pernikahan merupakan sesuatu yang jarang aku lakukan, bersosial secukupnya,berteman juga tidak terlalu banyak. Tidak menyukai keramaian,tapi benci kesepian .  . Bukannya aku anti sosial ya, lebih memilih dan menelaah setiap kepala orang baru yang aku jumpai . aku fresh graduate uin syarif hidayatullah jakarta.  itu saja lain kali aku menulis diriku lebih panjang .