Biarkan mereka
merindu.
Suatu hari
nanti, kita hanya akan jadi memori sebagian orang, maka dari itu, lakukanlah yang terbaik untuk menjadi orang baik.
Ingatlah bahwa
orang-orang hanyalah tamu dalam ceritamu, sama seperti kamu hanya menjadi tamu
dalam cerita mereka.
Kalo sejatinya
manusia itu fana, dalam tafsiran seorang sastrawan bisa saja berbeda.
Kita abadi, yang fana itu waktu (Sapardi Djoko Damono).
Kepergian setiap pertemuan merupakan perjalanan hidup yang menyakitkan. Sakit untuk dikenang, terkadang mustahil
untuk diulang. Fase-fase kehidupan yang hari ini rumit dihadapi, teman yang
dulu selalu menemani, keluarga yang dulu selalu hadir, suatu waktu bisa saja
pergi .
Pergi untuk
sementara, atau pergi dan tidak akan pernah kembali .
Beberapa hari yang lalu, berita duka melanda tanah air ,
tragedi Kanjuruhan Malang yang
menelan lebih kurang 131 orang meninggal dunia. Semoga ditempatkan sisi
terbaik-Nya.
Banyak diantara
mereka merupakan anak remaja, yang seharusnya menonton pertandingan sebagai
hiburan, tapi tidak dengan malam itu.
Tragedi
memilukan terjadi, malam yang suram, kabar yang menyakitkan, dan semoga menjadi
pembelajaran buat kita semua, terlebih lagi untuk keamanan stadion serta aparat
disana.
Tak
terlepas dari pikiranku bagaimana
kondisi mereka disana saat itu, melihat beredarnya
cuplikan video kondisi disana saat kejadian, sesak didada, sangat miris dihati.
Doaku semoga mereka
diberikan tempat terbaik disisi Allah subhanahu wata'ala.
Berapa banyak
orang tua terpukul oleh kejadian
malam itu, bagaimana tidak, mereka yang menyaksikan pertandingan Arema vs Persebaya kebanyakan adalah anak-anak usia tergolong remaja.
Kondisi mental yang memang lagi berapi-apinya, namun tindakan oknum aparat juga
tidak bisa menjadi alasan berbuat semaunya.
Mulai hari
itu , terutama seorang ibu sangat membenci sepak bola . tersayat
hati mendengar anaknya tak akan pernah pulang kembali. Salam pamitnya
sore itu, juga merupakan salam pamit untuk terakhir kali. Semoga mereka yang pergi
ditempatkan yang terbaik.
Kita
ketahui bersama, ketika kita mendatangi suatu tempat, sering kita melihat
tulisan selamat datang. Selamat datang ke tempat yang didatangi, namun
ketika pulang kenapa tidak ada ucapan selamat kembali . Menurutku karena setiap
yang datang pasti akan pergi, dan yang pergi belum tentu kembali.
Pergi dengan cara yang baik, dan meninggalkan cerita yang terbaik. Menjadi
orang baik sudah seharusnya menjadi kewajiban, kebaikan yang diberikan pasti
akan menjadi kebaikan untuk diri sendiri .
Baik menjalani pekerjaan, baik menjadi polisi yang menjalankan tugasnya,
baik menjadi pejabat negara dalam mengemban amanahnya .
Tidak ada ruginya menjadi orang baik, bahagia ketika berbagi, senang ketika
membantu, memaafkan ketika ada kesalahan, mementingkan kebaikan bersama dari
pada diri sendiri .
Sadar ketika pergi tidak ada kepastian untuk kembali, kenapa tidak
meninggalkan kesan yang baik, kenapa tega mudah menghakimi, kenapa sampai hati
untuk korupsi . terlalu banyak pertanyaan kenapa” pada saat ini.
Manusia yang selalu menuhankan egonya memang sulit berhati nurani . jauh
dari rasa empati, mudah menghakimi, senang menyakiti .
Kebaikan memang sulit memasuki hati yang penuh dengki dan rasa
iri. Dalam puisinya rumi mengatakan "Jangan kau seperti iblis, hanya melihat air dan lumpur
ketika memandang Adam". Iblis yang disuruh sujud karena egonya
menolak sujud ke adam, bukan sujud ke adam karena tuhan .
Memang manusia tidak luput dari kesalahan, tapi kenapa kesalahan yang
begitu banyak tidak ada terbesit kebaikan nurani didalamnya.
Dalam lagunya Dere yang
berjudul Berisik, dalam salah satu liriknya “ Oh, manusia
berisik
Punya hati, tapi
tak hati-hati Beralaskan logika, sering merasa benar” .
Harapku semoga kita bisa menjadi manusia
yang baik, baik untuk diri sendiri dan juga orang lain. Menebarkan kebaikan,
memiliki hati nurani, dan selalu berempati.
Sering mendengar, jika tidak ada orang
yang baik, maka jadilah salah satunya .
Berbuatlah kebaikan maka kebaikan akan
datang kepadamu, dan juga menjadi baik yang adil menempatkan kebaikan itu
sendiri . terlalu baik juga harus sadar diri, nanti kamu dimanfaatkan
kebaikanmu, dimanfaatkan ke hal-hal negatif maksudku.
Tutup tulisan malam ini dengan puisi
Rumi :
"Jangan berduka. Apa pun yang hilang darimu akan kembali
lagi dalam wujud lain".
Cinta mengubah kekasaran menjadi kelembutan,
mengubah orang tak berpendirian menjadi teguh berpendirian,
mengubah pengecut menjadi pemberani,
mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan,
dan cinta membawa perubahan-perubahan bagi siang dan malam".
.

Komentar
Posting Komentar