Langsung ke konten utama

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

Biarkan mereka merindu

 



Biarkan mereka merindu.

Suatu  hari nanti, kita hanya akan jadi memori sebagian orang, maka dari itu, lakukanlah yang terbaik untuk menjadi orang baik.

Ingatlah bahwa orang-orang hanyalah tamu dalam ceritamu, sama seperti kamu hanya menjadi tamu dalam cerita mereka.

 

Kalo sejatinya manusia itu fana, dalam tafsiran seorang sastrawan bisa saja berbeda.

Kita abadi, yang fana itu waktu (Sapardi Djoko Damono). 

Kepergian setiap pertemuan merupakan perjalanan hidup yang menyakitkan. Sakit untuk dikenang, terkadang mustahil untuk diulang. Fase-fase kehidupan yang hari ini rumit dihadapi, teman yang dulu selalu menemani, keluarga yang dulu selalu hadir, suatu waktu bisa saja pergi .  

Pergi untuk sementara, atau pergi dan tidak akan pernah kembali .

Beberapa hari yang lalu, berita duka melanda tanah air , tragedi Kanjuruhan Malang yang menelan lebih kurang 131 orang meninggal dunia. Semoga ditempatkan sisi terbaik-Nya.

Banyak diantara mereka merupakan anak remaja, yang seharusnya menonton pertandingan sebagai hiburan, tapi tidak dengan malam itu.

Tragedi memilukan terjadi, malam yang suram, kabar yang menyakitkan, dan semoga menjadi pembelajaran buat kita semua, terlebih lagi untuk keamanan stadion serta aparat disana.

Tak terlepas dari pikiranku bagaimana kondisi mereka disana saat itumelihat beredarnya cuplikan video kondisi disana saat kejadian, sesak didada, sangat miris dihati. Doaku semoga mereka diberikan tempat terbaik disisi Allah subhanahu wata'ala.

Berapa banyak orang tua terpukul oleh kejadian malam itu, bagaimana tidak, mereka yang menyaksikan pertandingan Arema vs Persebaya kebanyakan adalah anak-anak usia tergolong remaja. Kondisi mental yang memang lagi berapi-apinya, namun tindakan oknum aparat juga tidak bisa menjadi alasan berbuat semaunya.

Mulai  hari itu , terutama seorang ibu sangat membenci sepak bola . tersayat hati mendengar anaknya tak akan pernah pulang kembali. Salam pamitnya sore itu, juga merupakan salam pamit untuk terakhir kali. Semoga mereka yang pergi ditempatkan yang terbaik.

Kita ketahui bersama, ketika kita mendatangi suatu tempat, sering kita melihat tulisan selamat datang.  Selamat datang ke tempat yang didatangi, namun ketika pulang kenapa tidak ada ucapan selamat kembali . Menurutku karena setiap yang datang pasti akan pergi, dan yang pergi belum tentu kembali.

Pergi dengan cara yang baik, dan meninggalkan cerita yang terbaik. Menjadi orang baik sudah seharusnya menjadi kewajiban, kebaikan yang diberikan pasti akan menjadi kebaikan untuk diri sendiri .

Baik menjalani pekerjaan, baik menjadi polisi yang menjalankan tugasnya, baik menjadi pejabat negara dalam mengemban amanahnya . 

Tidak ada ruginya menjadi orang baik, bahagia ketika berbagi, senang ketika membantu, memaafkan ketika ada kesalahan, mementingkan kebaikan bersama dari pada diri sendiri .

Sadar ketika pergi tidak ada kepastian untuk kembali, kenapa tidak meninggalkan kesan yang baik, kenapa tega mudah menghakimi, kenapa sampai hati untuk korupsi . terlalu banyak pertanyaan kenapa” pada saat ini.

Manusia yang selalu menuhankan egonya memang sulit berhati nurani . jauh dari rasa empati, mudah menghakimi, senang menyakiti .

Kebaikan  memang sulit memasuki hati yang penuh dengki dan rasa iri. Dalam  puisinya rumi mengatakan "Jangan kau seperti iblis, hanya melihat air dan lumpur ketika memandang Adam". Iblis yang disuruh sujud karena egonya menolak sujud ke adam, bukan sujud ke adam karena tuhan .

Memang manusia tidak luput dari kesalahan, tapi kenapa kesalahan yang begitu banyak tidak ada terbesit kebaikan nurani didalamnya.

Dalam lagunya Dere yang berjudul Berisik, dalam salah satu liriknya “ Oh, manusia berisik

Punya hati, tapi tak hati-hati Beralaskan logika, sering merasa benar” .

Harapku semoga kita bisa menjadi manusia yang baik, baik untuk diri sendiri dan juga orang lain. Menebarkan kebaikan, memiliki hati nurani, dan selalu berempati.

Sering mendengar, jika tidak ada orang yang baik, maka jadilah salah satunya .

Berbuatlah kebaikan maka kebaikan akan datang kepadamu, dan juga menjadi baik yang adil menempatkan kebaikan itu sendiri . terlalu baik juga harus sadar diri, nanti kamu dimanfaatkan kebaikanmu, dimanfaatkan ke hal-hal negatif maksudku.

Tutup tulisan malam ini dengan puisi Rumi :

"Jangan berduka. Apa pun yang hilang darimu akan kembali lagi dalam wujud lain".

Cinta mengubah kekasaran menjadi kelembutan,

 mengubah orang tak berpendirian menjadi teguh berpendirian, 

mengubah pengecut menjadi pemberani,

 mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, dan cinta membawa perubahan-perubahan bagi siang dan malam".

 

.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sadtember

  aku merayu tubuhku  agar patuh segera pulang kepada doa - doa panjang  aku merayu tuhan untuk tetap mengelus tulang - belulangku hingga patah sampai kembali ke tanah.  doa tengah malam jangan menjauh meski bohong bolong ompong tak ada yang lebih sialan dari hiruk - pikuk dunia selain hilangnya doa - doa dan keyakinan yang kabur entah ke mana. tubuh tabah menengadah untuk teriakan paling sunyi  aku menjadi rimpuh dan mandi air tubuhku  soal segala rimpang yang tak rampung - rampung hening membuat malam semakin basah tumpah ruah riuh  oleh doa - doa yang sakit yang tak bisa lebih panjang dari isak sudah  telan sajalah !  dunia sudah sialan ingin mengumpat tetapi takut doa ditolak. Rasanya seperti ingin menyerah saja.

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

Siapa Aku ?

Nama ku Wildan Salsabila Lubis . lahir 25 November tahunnya aku lupa . membaca dan menulis hal yang sudah kugemari dari kecil. Buku-buku sejarah dan ilmu pengetahuan di rumah sering kali aku menjumpainya,melihat sampulnya yang menarik,mencoba menarik diriku kedalam tulisan-tulisan sejarah,agama,dan filsafat . Blog ini kutulis juga keluh kesahku, aku menulis apa yang aku baca,apa yang dirasa, apa saja yang ingin aku tulis. Menurutku aku introvert, aku sangat lelah jika dikeramaian,makanya menghadiri pernikahan merupakan sesuatu yang jarang aku lakukan, bersosial secukupnya,berteman juga tidak terlalu banyak. Tidak menyukai keramaian,tapi benci kesepian .  . Bukannya aku anti sosial ya, lebih memilih dan menelaah setiap kepala orang baru yang aku jumpai . aku fresh graduate uin syarif hidayatullah jakarta.  itu saja lain kali aku menulis diriku lebih panjang .