Langsung ke konten utama

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

Andai Nabi disini, Hari ini

 



 

Aku lupa , dibalik air mata kehancuranku,

kau melihat 

Aku lupa , dibalik isak tangisku.

kau mendengar .

Aku lupa , dibalik putus asa duniaku, kau ikut kesulitan .

Aku lupa , wahai Nabi bahwa engkau mencintaiku .

Aku lupa , cinta membuatmu ikut terluka atas lukaku .

Maafkan aku ,

aku lupa , tiada manusia , lebih lembut hati darimu

Aku lupa , diantara yg kau tangisi pada malam - malam kelam , ada aku .

Aku lupa , aku juga ummatmu

Aku lupa engkau , sehingga kupikir tiada yg mengerti sakitku .

 

Jika hari ini engkau disini wahai manusia mulia, banyak maafku jika aku hanya selalu meminta

Banyak anjuran yang masih ku lalai

Banyak perintah yang masih ku abai

Jika hari ini engkau disini wahai manusia mulia, keluh kesahku mungkin tidak seberapa

Syafaat mu yang selalu aku inginkan

Keteladaanmu yang engkau ajarkan.

 

Aku sadar, aku tidak pernah menemuimu, izinkan aku mencintaimu dalam hatiku

Aku sadar, aku tidak pernah melihatmu, tapi aku merasa rindu

Aku ingin memelukmu wahai kekasih Tuhan

Yang Tuhan muliakan di semesta ini

Yang Tuhan jadikan tauladan manusia hingga dipenghujung hari

 

Jika seandainya ada permintaan, dan tulisan ini bisa Nabi baca

Aku ingin menulis, tulisan penuh harapan, didalamnya penuh ketulusan.

Izinkan aku masuk surga bersama mu ya Rasul

Izinkan keluargaku mendapatkan syafat mu

Izinkan semua yang beriman atas nama Rabb dan  Rasul Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam mendapatkan rahmat dan syafaat. Aamiin…

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sadtember

  aku merayu tubuhku  agar patuh segera pulang kepada doa - doa panjang  aku merayu tuhan untuk tetap mengelus tulang - belulangku hingga patah sampai kembali ke tanah.  doa tengah malam jangan menjauh meski bohong bolong ompong tak ada yang lebih sialan dari hiruk - pikuk dunia selain hilangnya doa - doa dan keyakinan yang kabur entah ke mana. tubuh tabah menengadah untuk teriakan paling sunyi  aku menjadi rimpuh dan mandi air tubuhku  soal segala rimpang yang tak rampung - rampung hening membuat malam semakin basah tumpah ruah riuh  oleh doa - doa yang sakit yang tak bisa lebih panjang dari isak sudah  telan sajalah !  dunia sudah sialan ingin mengumpat tetapi takut doa ditolak. Rasanya seperti ingin menyerah saja.

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

SEBUAH JEDA DARI WAKTU: Menghitung Amanah Usia dan Jejak Hikmah di Pertengahan Jalan

Di hari ini, di mana kalender mengulang kembali penanda lahirnya raga ini, hati seorang perasa seperti saya tidak hanya disergap kebahagiaan, melainkan oleh sebuah kontemplasi yang sunyi. Milad (ulang tahun) bukanlah sekadar perayaan ia adalah Piagam Audit Batin yang menuntut kita untuk berhenti sejenak, di tengah hiruk-pikuk hustle dan tuntutan akademis. Usia yang bertambah ini, dalam kacamata filosofis, bukanlah penambahan hak, melainkan penambahan Amanah. Amanah Waktu (Al-Waqt): Kita dihadapkan pada kenyataan pahit: waktu yang tersisa di dunia ini berkurang. Jika hidup adalah Safinatun Najah (Perahu Keselamatan), maka pertambahan usia adalah suara ombak yang mengingatkan kita untuk mengencangkan layar dan meluruskan niat. Setiap tahun yang berlalu adalah babak yang harus ditutup dengan husnul khatimah (penutup yang baik), bukan sekadar tumpukan kegagalan. Hikmah dalam Setiap Gagal dan Lelah: Perjalanan ini, sebagai perantau dan penuntut ilmu, telah mengajarkan saya bahwa hikmah seri...