Langsung ke konten utama

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

Filsafat K.H. Ahmad Dahlan

 


K.H. Ahmad Dahlan)

Ngaji Filsafat 256 : K.H. Ahmad Dahlan – Pendidikan

Edisi : Filsafat Pendidikan

Narasumber : Dr. Fahruddin Faiz,M.Ag

Peresume : Wildan Salsabila Lubis

K.H.Ahmad Dahlan : Pendidikan

 

“Kebenaran dari siapapun harus tetap kita terima, kalo itu kebenaran.“

K.H. Ahmad Dahlan adalah seorang pendiri organisasi keagamaan yakni Muhammadiyah. Dari sisi silsilah beliau adalah keturunan ke 12 Maulana Malik Ibrahim, 2 kali berguru ke makkah. Seorang pendidik, wirausahaan, seniman, suka permainan olahraga, berdakwah sambil touring dan berdagang ciri khasnya.

Kegelisahaan K.H.Ahmad Dahlan Terhadap Umat Islam Dizaman Jajahan :

Umat islam di masa itu memiliki teologi pasrah, mental fatalistik ialah mudah menyerah dengan dunia nyata atau keadaan, lalu mencari solusi dengan keyakinan supranatural seperti tahayul, bidah, khurofat dll.

Contohnya : -orang belanda sakit periksa dan berobat ke dokter.

- orang pribumi sakit pergi ke dukun, mencari kekuatan supranatural yang mengganggunya.

Menurut K.H.Ahmad Dahlan ini disebabkan oleh kurangnya ilmu dan solusinya adalah Pendidikan.

Ada asumsi yang harus di pahami dengan cerdas, rasa ketidaksukaan terhadap belanda harus kita filter, memang sikap penjajahan sangatlah tidak baik tapi ada hal baik yang dapat kita ambil.

Menurut K.H.Ahmad Dahlan ada bagian-bagian tertentu yang dapat kita tiru misalnya pendidikan melalui sekolahan, itu lebih cepat dan efektif dalam mencari dan menerima ilmu.

Gagasan-Gagasan K.H.Ahmad Dahlan, Tujuh Falsafah Ajaran :

Kita manusia ini, hidup di dunia hanya sekali, untuk bertaruh: sesudah mati, akan mendapat kebahagiaankah atau kesengsaraan? 

Dan ulama-ulama itu dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan mereka yang beramalpun semuanya dalam kekhawatiran, kecuali mereka yang ikhlas atau bersih.

Artinya : Ilmu tanpa amal melahirkan kebingungan dan keduanya tanpa ke ikhlasan tiada artinya. Kunci kebahagiaan dunia dan akhirat adalah Ilmu, Amal dan Ikhlas.

Kebanyakan diantara manusia berwatak angkuh dan takabur, mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. Merasa egois dan selalu merasa bisa sendiri.

Manusia itu kalau mengerjakan apapun sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai, maka kebiasaan yang dicintai sukar untuk dirubah. 

Sudah menjadi tabiat, bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik itu dari sudut keyakinan atau itiqad, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. 

Kalau ada yang akan merubah, mereka akan sanggup membelanya dengan mengorbankan jiwa raga.demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar.

Artinya : Kita harus mampu membuka diri, tetap kritis mana tau ada yang lebih baik atau benar karena manusia di tuntun oleh kecendrungan jiwanya yang dibentuk oleh apa yang biasa dikerjakan.

“Adakah engkau menyangka, bahwasanya kebanyakan manusia suka mendengarkan atau memiki-mikir mencari lmu yang benar?” (Al Furqon: 44)

Al Qur’an mengatakan manusia akan lebih sesat daripada binatang jika mempertuhankan hasrat atau hawa nafsunya saja.

“Manusia tidak menuruti, tidak memperdulikan sesuatu yang sudah terang bagi dirinya. Artinya, diri sendiri, pikiran sendiri, sudah mengatakan itu benar, tetapi ia tidak mau menuruti kebenaran itu karena takut kepada kesukaran, takut berat dan macam-macam yang dikhawatirkan, karena nafsu dan hatinya sudah terlanjur rusak, berpenyakit akhlaq, hanyut dan tertarik oleh kebiasaan buruk.”

“Kebanyakan pemimpin-pemimpin rakyat, belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat islam dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mempermainkan, memperalat manusia yg bodoh-bodoh dan lemah.”

“Pelajaran terbagi dua bagian : 1. Belajar ilmu (pengetahuan dan teori) 2. Belajar amal (mengerjakan, memperaktikkan). Semua pelajaran harus sedikit-sedikit, setingkat demi setingkat, demikan pula dalam belajar amal, harus dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum dapat mengerjakan, tidak perlu ditambah.”

Filsafat Pendidikan K.H.Ahamad Dahlan : “Dadiho kijahi sing kemadjoen, adja kesel anggonmu njamboet gawe kanggo moehammadijah.”

Kalimat ini memiliki tiga makna :

·         Keshalehan

·         Kemajuan keilmuan (‘alim)

·         Pengabdian (‘amil)

Mengabdikan ilmu dengan dasar kemajuan dengan basis kekiayian. Kunci pendidikan adalah dilandasi dengan kesholehan, akhlak yang baik, kemudian penguasaan keilmuan, disitulah lahir kemajuan, setelah itu pengabdian.

Pendidikan Versi K.H.Ahmad Dahlan adalah :

“Ulama Intelek” (ulama yang memiliki wawansan keilmuan yang luas ) atau “Intelek Ulama” (ilmuan yang mempunyai wawasan keislaman yang memadai) keduanya sangat penting.

Memadukan dua sistem pendidikan yang berlaku waktu itu (seperti system sekolah belanda yaitu pelajaran umum) dan sistem pesantren. 

Keduanya sangat penting dan tidak dapat dipisahkan. Sekolah umum ditambahkan pelajaran agama, dan sekolah agama atau madrasah ditambahkan pelajaran umum.

Jadi, cita-citanya K.H.Ahmad Dahlan adalah Pendidikan Integral, ialah pendidikan antara umum dan agama saling berkaitan.

K.H.Ahmad Dahlan juga sangat mendukung pendidikan untuk kaum perempuan agar menjadi pribadi yang mandiri, dan kuat. Seperti menjadi seorang dokter dan bidang lainnya.

Materi Pendidikan Menurut K.H.Ahmad Dahlan Harus Mencakup 3 Wilayah :

Pendidikan Moral, akhlak sebagai usaha menanamkan karakter manusia yang baik berdasarkan Al qur’an dan As sunnah.

Pendidikan Individu, sebagai bentuk professional atau ahli dalam bidang keilmuannya.

Pendidikan Kemasyarakatan, ialah bagaimana membawa efek ilmu, manfaat, kontribusi positif bagi masyarakat tersebut sesuai dengan tingkat kepahaman masyarakat.

Metode Pendidikan K.H.Ahmad Dahlan :

Metode Kontekstual, yaitu menjelaskan materi dengan dalam, menambahkan referensi pendukung yang lain dan menjelaskan relevansinya dengan keadaan pada saat itu.

Metode ‘Amal Ilmiah, ialah mengajar dengan melihat situasi konkrit yang terjadi pada saat itu. Seperti pengajaran pada surat Al Ma’un.

Metode Dialog, ialah mengajar yang dimulai dengan materi yang ingin di bahas oleh siswa. Diikuti tanya jawab, atau dialog antar guru dan siswa.

Etos Guru dan Etos Murid

·         Etos guru adalah kesediaan untuk memberikan ilmu dan teladan yang baik.

·         Etos murid adalah kesediaan untuk selalu terbuka agar mau dan menerima atau bisa mengakui dan belajar pada kebaikan orang lain.

 Orang Islam sejati adalah yang tetap berdiri pada tempat yang benar meskipun dunia dalam keadaan kacau. -Ahmad Dahlan

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sadtember

  aku merayu tubuhku  agar patuh segera pulang kepada doa - doa panjang  aku merayu tuhan untuk tetap mengelus tulang - belulangku hingga patah sampai kembali ke tanah.  doa tengah malam jangan menjauh meski bohong bolong ompong tak ada yang lebih sialan dari hiruk - pikuk dunia selain hilangnya doa - doa dan keyakinan yang kabur entah ke mana. tubuh tabah menengadah untuk teriakan paling sunyi  aku menjadi rimpuh dan mandi air tubuhku  soal segala rimpang yang tak rampung - rampung hening membuat malam semakin basah tumpah ruah riuh  oleh doa - doa yang sakit yang tak bisa lebih panjang dari isak sudah  telan sajalah !  dunia sudah sialan ingin mengumpat tetapi takut doa ditolak. Rasanya seperti ingin menyerah saja.

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

Siapa Aku ?

Nama ku Wildan Salsabila Lubis . lahir 25 November tahunnya aku lupa . membaca dan menulis hal yang sudah kugemari dari kecil. Buku-buku sejarah dan ilmu pengetahuan di rumah sering kali aku menjumpainya,melihat sampulnya yang menarik,mencoba menarik diriku kedalam tulisan-tulisan sejarah,agama,dan filsafat . Blog ini kutulis juga keluh kesahku, aku menulis apa yang aku baca,apa yang dirasa, apa saja yang ingin aku tulis. Menurutku aku introvert, aku sangat lelah jika dikeramaian,makanya menghadiri pernikahan merupakan sesuatu yang jarang aku lakukan, bersosial secukupnya,berteman juga tidak terlalu banyak. Tidak menyukai keramaian,tapi benci kesepian .  . Bukannya aku anti sosial ya, lebih memilih dan menelaah setiap kepala orang baru yang aku jumpai . aku fresh graduate uin syarif hidayatullah jakarta.  itu saja lain kali aku menulis diriku lebih panjang .