Langsung ke konten utama

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

Ideologi soekarno

 


Ideologi Soekarno

 

 

Setelah tamat HBS di tahun 1921, sebenarnya soekarno dapat langsung terjun ke masyarakat, misalnya menjadi pemimpin politik, sebab dasar-dasarnya cukup kuat. Tetapi soekarno memilih meneruskan studinya ke techinische Hoge School (THS-ITB sekarang) .

Ciri pemimpin indonesia seperti soekarno,hatta dan syahrir adalah bahwa semasa mudanya, mereka dapat mengatur hidup menurut cita-cita serta peranan yang mereka idamkan.

Sebenarnya soekarno sudah agak lanjut umurnya Ketika tampil ke depan panggung pergerakan nasional secara sungguh-sungguh.

Ketika umur 16 tahun hatta sudah menjabat bendahara jong sumatera bond di padang. Sjahrir sebelum umur 20 sudah menjadi tokoh di perhimpunan indonesia. Tan malaka pada umur 20 tahun terkenal  dan sebelum umur 30 menjadi calon CPN (Partai Komunis Nederland ) untuk tweede kamer,

Setahun sebelum soekarno tamat THS pada tahun 1926 dia ikut mendirikan Algemene Studie Club Bandung , yang menerbitkan Indonesia Muda.

Masa belajar di THS digunakan seluruhnya untuk menelan buku-buku mengenai nasionalisme, marxisme, persoalan-persoalan internasional dan sejarah.

Pengaruh buku-buku ini terlihat dalan pidato pembebasannya di depan pengadilan kolonial (1930) yang terkenal dengan judul “Indonesia Menggugat.” Pengetahuannya mengenai Indonesia terlihat dari kutipan-kutipan para sarjana kenamaan pada zamannya.

Namun harus diingat bahwa pidato “ Indonesia Menggugat” diucapkan dan ditunjukan kepada hakim-hakim Belanda dan secara tak langsung kepada rakyat indonesia terutama golongan cendikiawannya.

Berbeda dengan hatta dan syahrir yang berpengalaman di luar negeri dan hadir dalam kongres-kongres sosial internasional. Bagi tokoh-tokoh seperti hatta dan syahrir ideologi soekarno terlalu bersifat “soekarnis”. Hal ini terutama karena keengganan soekarno yeng terkenal terhadap soal ekonomi.

Sebaliknya bagi soekarno persoalan ekonomi yang dibicarakn hatta bukan persoalan ekonomi sosialis. Ia terlalu mendetail. Tekanan kebebasan manusia dalam ajaran-ajaran sosial-demokrasi oleh soekarno dirasakan sebagai mengarah kepada elitisme.

Tetapi soekarno dan strateginya demikian sering dibicarakan sehingga kadang-kadang dapat kita lupakan apa yang sebenarnya menjadi dasar pemikirannya yaitu kapitalisme dan imperialisme.

Kritik terhadap kapitalisme dan imperialisme terjalin erat dalam cita-cita masyarakat indonesia idaman soekarno . kapitalisme menurut soekarno adalah “ suatu pergaulan hidup yang timbul dari cara produksi yang memisahkan kaum buruh  dari alat-alat produksi , kapitalisme berarah ke permiskinan.”


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sadtember

  aku merayu tubuhku  agar patuh segera pulang kepada doa - doa panjang  aku merayu tuhan untuk tetap mengelus tulang - belulangku hingga patah sampai kembali ke tanah.  doa tengah malam jangan menjauh meski bohong bolong ompong tak ada yang lebih sialan dari hiruk - pikuk dunia selain hilangnya doa - doa dan keyakinan yang kabur entah ke mana. tubuh tabah menengadah untuk teriakan paling sunyi  aku menjadi rimpuh dan mandi air tubuhku  soal segala rimpang yang tak rampung - rampung hening membuat malam semakin basah tumpah ruah riuh  oleh doa - doa yang sakit yang tak bisa lebih panjang dari isak sudah  telan sajalah !  dunia sudah sialan ingin mengumpat tetapi takut doa ditolak. Rasanya seperti ingin menyerah saja.

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

SEBUAH JEDA DARI WAKTU: Menghitung Amanah Usia dan Jejak Hikmah di Pertengahan Jalan

Di hari ini, di mana kalender mengulang kembali penanda lahirnya raga ini, hati seorang perasa seperti saya tidak hanya disergap kebahagiaan, melainkan oleh sebuah kontemplasi yang sunyi. Milad (ulang tahun) bukanlah sekadar perayaan ia adalah Piagam Audit Batin yang menuntut kita untuk berhenti sejenak, di tengah hiruk-pikuk hustle dan tuntutan akademis. Usia yang bertambah ini, dalam kacamata filosofis, bukanlah penambahan hak, melainkan penambahan Amanah. Amanah Waktu (Al-Waqt): Kita dihadapkan pada kenyataan pahit: waktu yang tersisa di dunia ini berkurang. Jika hidup adalah Safinatun Najah (Perahu Keselamatan), maka pertambahan usia adalah suara ombak yang mengingatkan kita untuk mengencangkan layar dan meluruskan niat. Setiap tahun yang berlalu adalah babak yang harus ditutup dengan husnul khatimah (penutup yang baik), bukan sekadar tumpukan kegagalan. Hikmah dalam Setiap Gagal dan Lelah: Perjalanan ini, sebagai perantau dan penuntut ilmu, telah mengajarkan saya bahwa hikmah seri...