Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini. Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...
Kapan T uh a n itu ada ? Pada hakikatnya Pertanyaan itu tidak ada yang salah dan jahat , bertanya bersumber dari ketidaktahuan,yang bisa salah itu adalah jawaban bukan pertanyaan. Pertanyaan itu bisanya bukan salah,tapi ga tepat aja atau tidak logis Misalnya bisakah tuhan menciptakan tuhan, kalo ga bisa berarti dia ga maha kuasa . Kalo bisa berarti ada tuhan di atas tuhan. Ini pertanyaan tidak salah, tapi tidak logis. Semua manusia tidak salah untuk bertanya, karena muncul ketidaktahuan, tapi ga logis, karena tidak ada jawabannya. Sama halnya bisa ga anda menuju ke kanan sekaligus ke kiri . itu tidak perlu dijawab, karena itu udah ga logis. Karena Dia maha kuasa justru tidak ada sesuatu yang menguasai Dia. dan semua yang berada dibawah ciptaan tuhan itu sudah pasti kekuasan-Nya. Cara mencari kebenaran dalam filsafat , seperti yang dikatakan seorang filsuf yaitu hegel “ketika saya mempunyai tesis,menurut saya ini adalah opini saya,say...