Langsung ke konten utama

SEBUAH JEDA DARI WAKTU: Menghitung Amanah Usia dan Jejak Hikmah di Pertengahan Jalan

Di hari ini, di mana kalender mengulang kembali penanda lahirnya raga ini, hati seorang perasa seperti saya tidak hanya disergap kebahagiaan, melainkan oleh sebuah kontemplasi yang sunyi. Milad (ulang tahun) bukanlah sekadar perayaan ia adalah Piagam Audit Batin yang menuntut kita untuk berhenti sejenak, di tengah hiruk-pikuk hustle dan tuntutan akademis. Usia yang bertambah ini, dalam kacamata filosofis, bukanlah penambahan hak, melainkan penambahan Amanah. Amanah Waktu (Al-Waqt): Kita dihadapkan pada kenyataan pahit: waktu yang tersisa di dunia ini berkurang. Jika hidup adalah Safinatun Najah (Perahu Keselamatan), maka pertambahan usia adalah suara ombak yang mengingatkan kita untuk mengencangkan layar dan meluruskan niat. Setiap tahun yang berlalu adalah babak yang harus ditutup dengan husnul khatimah (penutup yang baik), bukan sekadar tumpukan kegagalan. Hikmah dalam Setiap Gagal dan Lelah: Perjalanan ini, sebagai perantau dan penuntut ilmu, telah mengajarkan saya bahwa hikmah seri...

Sufisme dari ayah pidi baiq






Hidup santai ala ayah pidi baiq

Hidup di dunia hanya untuk shalat jumat , senin sampai kamis persiapan , sabtu minggu evaluasi .

Konsep hidup sufisme bisa dilihat dari ayah pidi baiq , beliau merupakan penulis dan juga petani saat ini . karya tulisan yang sempat mendominasi di berbagai gramedia tanah air yaitu Dilan 1990 beberapa tahun lalu .

Banyak berspekulasi bahwa tulisan itu adalah kisah nyata dari seorang ayah pidi .

Pria  kelahiran 8 Agustus 1972  . ayah pidi juga sering tampil di beberapa platform youtube instagram dan tiktok saat ini, memberika quote yang tersirat akan makna dan bijak .

Banyak kesibukan duniawi hinga lupa tujuan tuhan hadirkan manusia kebumi, ayah pidi baiq membawa nasehat yang cukup dalam seperti yang aku tulis di atas .

Hidup di dunia hanya untuk shalat jumat , senin sampai kamis persiapan , sabtu minggu evaluasi .

Hari jumat merupakan hari yang mulia dan indah, sehingga dalam agama islam sangat mengistimewakan hari jumat . banyak kisah-kisah yang terkandung dalam hari jumat,doa-doa yang dianjurkan dan hal menakjubkan lainnya .

Merayakan  hari jumat dengan memuliakan, menebarkan kebaikan, dan lainnya. Bukan berarti hari lain menurunkan ketaatan, karena tuhan menghadirkan hari jumat penuh kemuliaan makanya hari ini dimaksimalkan oleh seorang muslim.

Selain  hari senin hingga kamis dunia dan akhirat harus seimbang dijalani . maka dikatakan persiapan . di akhir pekan sabtu dan minggu evalusi, bisa jadi muhasabah pikiran jasmani dan rohani, menelaah apa saja yang terjadi dalam sepekan .

Journey setiap orang mungkin berbeda, namun konsep dan gagasan di atas bisa dijadikan pedoman serta motivasi dalam kehidupan . mengingat sang maha pengasih dan maha penyayang mencpciptakan waktu penuh rahmat dan semesta penuh keberkahan. Ketaatan pada Sang pencipta merupakan kewajiban bagi seorang muslim . keberlangsungan manusia dalam menjalani peradaban dan tantangan kedepannya, tidak terluput pengawasan dan penghambahaan kepada-Nya .

Tujuh hari dalam sepekan semuanya juga harus dipersiapkan  untuk kehidupan  yang abadi dikemudian hari .

 

Jangan sedih, nanti rugi, karena kita dilahirkan oleh sebab orang tua yang bersenang-senang.   

-pidi

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sadtember

  aku merayu tubuhku  agar patuh segera pulang kepada doa - doa panjang  aku merayu tuhan untuk tetap mengelus tulang - belulangku hingga patah sampai kembali ke tanah.  doa tengah malam jangan menjauh meski bohong bolong ompong tak ada yang lebih sialan dari hiruk - pikuk dunia selain hilangnya doa - doa dan keyakinan yang kabur entah ke mana. tubuh tabah menengadah untuk teriakan paling sunyi  aku menjadi rimpuh dan mandi air tubuhku  soal segala rimpang yang tak rampung - rampung hening membuat malam semakin basah tumpah ruah riuh  oleh doa - doa yang sakit yang tak bisa lebih panjang dari isak sudah  telan sajalah !  dunia sudah sialan ingin mengumpat tetapi takut doa ditolak. Rasanya seperti ingin menyerah saja.

Siapa Aku ?

Nama ku Wildan Salsabila Lubis . lahir 25 November tahunnya aku lupa . membaca dan menulis hal yang sudah kugemari dari kecil. Buku-buku sejarah dan ilmu pengetahuan di rumah sering kali aku menjumpainya,melihat sampulnya yang menarik,mencoba menarik diriku kedalam tulisan-tulisan sejarah,agama,dan filsafat . Blog ini kutulis juga keluh kesahku, aku menulis apa yang aku baca,apa yang dirasa, apa saja yang ingin aku tulis. Menurutku aku introvert, aku sangat lelah jika dikeramaian,makanya menghadiri pernikahan merupakan sesuatu yang jarang aku lakukan, bersosial secukupnya,berteman juga tidak terlalu banyak. Tidak menyukai keramaian,tapi benci kesepian .  . Bukannya aku anti sosial ya, lebih memilih dan menelaah setiap kepala orang baru yang aku jumpai . aku fresh graduate uin syarif hidayatullah jakarta.  itu saja lain kali aku menulis diriku lebih panjang .

SEBUAH JEDA DARI WAKTU: Menghitung Amanah Usia dan Jejak Hikmah di Pertengahan Jalan

Di hari ini, di mana kalender mengulang kembali penanda lahirnya raga ini, hati seorang perasa seperti saya tidak hanya disergap kebahagiaan, melainkan oleh sebuah kontemplasi yang sunyi. Milad (ulang tahun) bukanlah sekadar perayaan ia adalah Piagam Audit Batin yang menuntut kita untuk berhenti sejenak, di tengah hiruk-pikuk hustle dan tuntutan akademis. Usia yang bertambah ini, dalam kacamata filosofis, bukanlah penambahan hak, melainkan penambahan Amanah. Amanah Waktu (Al-Waqt): Kita dihadapkan pada kenyataan pahit: waktu yang tersisa di dunia ini berkurang. Jika hidup adalah Safinatun Najah (Perahu Keselamatan), maka pertambahan usia adalah suara ombak yang mengingatkan kita untuk mengencangkan layar dan meluruskan niat. Setiap tahun yang berlalu adalah babak yang harus ditutup dengan husnul khatimah (penutup yang baik), bukan sekadar tumpukan kegagalan. Hikmah dalam Setiap Gagal dan Lelah: Perjalanan ini, sebagai perantau dan penuntut ilmu, telah mengajarkan saya bahwa hikmah seri...