Langsung ke konten utama

SEBUAH JEDA DARI WAKTU: Menghitung Amanah Usia dan Jejak Hikmah di Pertengahan Jalan

Di hari ini, di mana kalender mengulang kembali penanda lahirnya raga ini, hati seorang perasa seperti saya tidak hanya disergap kebahagiaan, melainkan oleh sebuah kontemplasi yang sunyi. Milad (ulang tahun) bukanlah sekadar perayaan ia adalah Piagam Audit Batin yang menuntut kita untuk berhenti sejenak, di tengah hiruk-pikuk hustle dan tuntutan akademis. Usia yang bertambah ini, dalam kacamata filosofis, bukanlah penambahan hak, melainkan penambahan Amanah. Amanah Waktu (Al-Waqt): Kita dihadapkan pada kenyataan pahit: waktu yang tersisa di dunia ini berkurang. Jika hidup adalah Safinatun Najah (Perahu Keselamatan), maka pertambahan usia adalah suara ombak yang mengingatkan kita untuk mengencangkan layar dan meluruskan niat. Setiap tahun yang berlalu adalah babak yang harus ditutup dengan husnul khatimah (penutup yang baik), bukan sekadar tumpukan kegagalan. Hikmah dalam Setiap Gagal dan Lelah: Perjalanan ini, sebagai perantau dan penuntut ilmu, telah mengajarkan saya bahwa hikmah seri...

kapan tuhan itu ada ?

 


Kapan
Tuhan itu ada ?

Pada hakikatnya Pertanyaan itu tidak ada yang salah dan jahat , bertanya bersumber dari  ketidaktahuan,yang bisa  salah itu adalah jawaban bukan pertanyaan. Pertanyaan itu bisanya bukan salah,tapi ga tepat aja atau tidak logis

 Misalnya bisakah tuhan menciptakan tuhan, kalo ga bisa berarti dia ga maha kuasa . Kalo bisa berarti ada tuhan di atas tuhan. Ini pertanyaan tidak salah, tapi tidak logis.

Semua manusia tidak salah untuk bertanya, karena muncul ketidaktahuan, tapi ga logis, karena tidak ada jawabannya. Sama halnya bisa ga anda menuju ke kanan sekaligus ke kiri . itu tidak perlu dijawab, karena itu udah ga logis.

Karena Dia maha kuasa justru tidak ada sesuatu yang menguasai Dia. dan semua yang berada dibawah  ciptaan  tuhan itu sudah pasti kekuasan-Nya.

Cara mencari kebenaran dalam filsafat , seperti yang dikatakan seorang filsuf yaitu hegel “ketika saya mempunyai tesis,menurut saya ini adalah opini saya,saya juga meyakininya, kemudian saya membuat juga anti tesisnya juga”

Dari sana nanti lahir biasa disebut Sintesis. Sintesis yaitu sesuatu yang benar sebelum kebenaran yang kamu yakini, kemudian didalami lagi ,sampai pada titik ada ga yang lebih benar , dan  kemudian menyatukan dua hal diatas.

Kata Rumi tuhan ada dihatimu. Dia hadir seperti cahaya dalam dirimu, ketika kamu menanyakan tuhan dimana ? seperti menjelaskan bagaimana warna hitam kepada orang yang buta .

Kita tau warnanya merah mungkin saja itu gabungan beberapa warna, karena sedari awal pun kita mempelajari warna karena mengetahui lawannya. Merah bisa dikatakan merah karena kita juga melihat biru,kuning,hijau dan lain sebagainya . lantas bagaimana dengan orang yang buta dari lahir; bisa mengatakan warna yang dia ketahui adalah hitam sedangkan dia tidak pernah melihat warna putih.

Begitu sulitnya menjelaskan tuhan itu dimana sama halnya menjelaskan warna hitam kepada seorang yang buta dari lahir ya tentunya .

Tuhan itu ada sebelum waktu itu ada  .

Waktu itu bagian ciptaan tuhan. Jadi menanyakan kapan tuhan itu ada merupakan hal yang tidak logis dijelaskan .

 

 

Kebenaran .

Berlomba dalam kebaikan bukan dalam kebenaran . Menunjukkan kebenaran dengan cara menjatuhkan adalah hal yang kurang etis dilakukan seorang spritualis.  Kebenaran itu hak prerogatif tuhan,diberikan kepada manusia .

Apa yang menurut anda benar dan saya anggap benar kita bisa saling memahami kebenaran tanpa menjatuhkan atau menjudge orang lain . dan apa yang kamu anggap benar dan menurut saya salah, saya hanya perlu menjelaskan seluas pengetahuan yang saya yakini , tanpa membenarkan kebenaran yang saya anggap benar, dan menyuruh atau memaksa anda untuk benar .

Karena ada beberapa kebenaran memang tidak logis.

Subuh dua rakaat , kenapa dua rakaat ?

Karena itulah kebenaran dan proses aktualisasi yang tuhan berikan kepada hambanya, menjadikan itu ketaatan tinggi diri sendiri dan tuhan. .

Kenapa tuhan menciptakan iblis ?

Tuhan menciptakan semua makhluk untuk beribadah kepada tuhan , dan sebenarnya itu adalah kebaikan untuk manusia itu sendiri. Sebagaimana manusia menciptakan Hp. Hp supaya hidup, tentu untuk diakses ya dicas , begitupula dengan manusia . ada tujuan dan hikmahnya sesuatu .

Makhluk  yang paling angkuh adalah iblis, yang tidak ingin bersujud kepada nabi adam, dengan alasan nabi adam dari tanah, ya karena egonya iblis. Kenapa dia tidak sujud karena tuhan, bukan karena adam itu sendiri .

Bisa saja manusia dianggap seperti iblis , tatkala manusia yang tunduk kepada orang yang kaya karena melihat kekayaannya saja,dan tidak menghargai orang alim walau dia merupakan seorang yang miskin .

 Manusia yang ragu akan doanya diterima atau tidak harus mengetahui satu hal,doa iblis saja yang mana iblis itu dimurkai tuhan , namun tuhan kabulkan doanya, permintaanya hidup hingga kiamat kelak.

Dari situlah,bisa saja doanya iblis ini merupakan hikmah yang sesuai kehendak tuhan, merupakan ujian untuk manusia . urusan murka nya tuhan itu urusan tuhan dengan iblis . karena itu juga akan menjadi kebaikan bagi manusia,menjadi baik itu adalah ujian dari iblis dan sekaligus atas kehendak tuhan .

Kalo leluconnya para sufisme “Karena tidak ada iblis ga enak,kita tidak bisa mengkambing hitamkan atas kejahatan yang kita lakukan . Dan jika iblis lenyap,bagaimana tuhan akan menguji iman anda .

 

Hikmah Tuhan menciptakan dunia supaya segala sesuatu yang ada dalam pengetahuan-Nya menjadi tersingkap - Rumi

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sadtember

  aku merayu tubuhku  agar patuh segera pulang kepada doa - doa panjang  aku merayu tuhan untuk tetap mengelus tulang - belulangku hingga patah sampai kembali ke tanah.  doa tengah malam jangan menjauh meski bohong bolong ompong tak ada yang lebih sialan dari hiruk - pikuk dunia selain hilangnya doa - doa dan keyakinan yang kabur entah ke mana. tubuh tabah menengadah untuk teriakan paling sunyi  aku menjadi rimpuh dan mandi air tubuhku  soal segala rimpang yang tak rampung - rampung hening membuat malam semakin basah tumpah ruah riuh  oleh doa - doa yang sakit yang tak bisa lebih panjang dari isak sudah  telan sajalah !  dunia sudah sialan ingin mengumpat tetapi takut doa ditolak. Rasanya seperti ingin menyerah saja.

Siapa Aku ?

Nama ku Wildan Salsabila Lubis . lahir 25 November tahunnya aku lupa . membaca dan menulis hal yang sudah kugemari dari kecil. Buku-buku sejarah dan ilmu pengetahuan di rumah sering kali aku menjumpainya,melihat sampulnya yang menarik,mencoba menarik diriku kedalam tulisan-tulisan sejarah,agama,dan filsafat . Blog ini kutulis juga keluh kesahku, aku menulis apa yang aku baca,apa yang dirasa, apa saja yang ingin aku tulis. Menurutku aku introvert, aku sangat lelah jika dikeramaian,makanya menghadiri pernikahan merupakan sesuatu yang jarang aku lakukan, bersosial secukupnya,berteman juga tidak terlalu banyak. Tidak menyukai keramaian,tapi benci kesepian .  . Bukannya aku anti sosial ya, lebih memilih dan menelaah setiap kepala orang baru yang aku jumpai . aku fresh graduate uin syarif hidayatullah jakarta.  itu saja lain kali aku menulis diriku lebih panjang .

SEBUAH JEDA DARI WAKTU: Menghitung Amanah Usia dan Jejak Hikmah di Pertengahan Jalan

Di hari ini, di mana kalender mengulang kembali penanda lahirnya raga ini, hati seorang perasa seperti saya tidak hanya disergap kebahagiaan, melainkan oleh sebuah kontemplasi yang sunyi. Milad (ulang tahun) bukanlah sekadar perayaan ia adalah Piagam Audit Batin yang menuntut kita untuk berhenti sejenak, di tengah hiruk-pikuk hustle dan tuntutan akademis. Usia yang bertambah ini, dalam kacamata filosofis, bukanlah penambahan hak, melainkan penambahan Amanah. Amanah Waktu (Al-Waqt): Kita dihadapkan pada kenyataan pahit: waktu yang tersisa di dunia ini berkurang. Jika hidup adalah Safinatun Najah (Perahu Keselamatan), maka pertambahan usia adalah suara ombak yang mengingatkan kita untuk mengencangkan layar dan meluruskan niat. Setiap tahun yang berlalu adalah babak yang harus ditutup dengan husnul khatimah (penutup yang baik), bukan sekadar tumpukan kegagalan. Hikmah dalam Setiap Gagal dan Lelah: Perjalanan ini, sebagai perantau dan penuntut ilmu, telah mengajarkan saya bahwa hikmah seri...