Ketika Hati Butuh Healing, Bukan Hustle
Ujian dan deadline periode ahkir tahun ini nggak cuma musim hujan. Ini adalah Musim Insecurity Nasional.
Apalagi kalau lagi hujan, bawaannya langsung flashback ke masa kecil. Cemasnya Ibu soal kehujanan kini berevolusi menjadi Kecemasan berlebihan (Adult Anxiety). Rasanya seperti: kalau kena hujan fisik bisa demam, kalau kena hujan ekspektasi di medsos bisa langsung mental breakdown.
Fenomena Quarter Life Crisis (QLC) yang hits banget di usia 20 an ini, bagi saya, adalah Krisis Filter.
Ini Bukan Cuma Soal Nggak Punya Duit😂
Dosen filsafat akan bilang: ini adalah momen ketika Ilusi Timeline Sempurna yang kita lihat di Instagram (sudah S2, sudah nikah, sudah keliling Eropa) tiba-tiba pecah dan nggak relate sama timeline kita yang masih penuh tanda tanya.
Mari Bedah QLC dari Sudut Pandang Cinta dan Meaning:
THE FOMO IS REAL, BUT THE JOMO IS BETTER: QLC ini dipicu oleh Fear of Missing Out. Kita takut tertinggal. Padahal, wisdom yang saya dapat dari kajian spiritual:
semua orang punya rezeki dan waktunya sendiri. Tugas kita adalah fokus pada JOMO (Joy of Missing Out) menemukan kedmaian dan makna di jalur kita, bukan di jalur orang lain.
OVERTHINKING vs. TAWAKAL: Semua overthinking yang bikin kita begadang (memikirkan Tesis, karir, jodoh) adalah wujud dari self-doubt yang kronis. Dalam Bahasa PAI, itu berarti hilangnya Tawakal.
Logika kita terlalu sibuk mencoba mengontrol masa depan yang sebenarnya ghaib. Kita lupa, langkah terbaik untuk meredakan cemas adalah ikhtiar hari ini, lalu menyerahkan hasilnya.
Hujan, Healing, dan Reset: Kalau di game, QLC adalah fase Boss Battle yang harus kita lewati untuk naik level kedewasaan. Hujan akhir tahun ini, harusnya kita manfaatkan sebagai momen spiritual healing. Berani disconnect dari smartphone, berani jujur pada diri sendiri, dan berani mendengarkan hati yang butuh istirahat.
Pesan Penutup (Supaya Nggak Insecure):
Kepada teman-teman seperjuangan yang juga lagi struggle dan sering merasa "Kenapa aku belum tahu mau ke mana?" tenang. Jadilah Progress, bukan Perfection. Hiduplah sesuai pace diri sendiri. Ingat, keberkahan itu lebih mahal dari viral.

Komentar
Posting Komentar