Langsung ke konten utama

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

Kontemplasi Filosofis atas Kitab Safinatun Najah

 


Saya seringkali merindukan kesederhanaan mendalam dari kitab-kitab dasar. Di antara semua literatur, Safinatun Najah (Perahu Keselamatan) yang tipis itu, justru menyimpan bobot makna yang seolah tak terhingga. Ia bukan hanya manual fiqih Mazhab Syafi'i, ia adalah Piagam Ta'abbud (peribadatan) yang mengikat jiwa.

Kitab ini, yang disusun oleh ulama besar dari Yaman, Syekh Salim bin Sumair al-Hadhrami, adalah janji puitis: ia adalah perahu yang akan menyelamatkan kita dari gelombang ghurur (tipu daya dunia) dan al-jahl (kebodohan dalam beribadah). Ia adalah tempat berlabuh yang tenang bagi hati yang gelisah di tengah quarter life crisis modern.

Mengurai Filosofi Rukun sebagai Perjalanan Batin:

Taharah (Bersuci): Fondasi Kesadaran Diri

Fasal-fasal Safinah diawali dengan Taharah syarat air, wudhu, dan mandi wajib. Ini bukan sekadar aturan kebersihan fisik. Ini adalah Pelatihan Eksistensial yang pertama. Kitab ini mengajarkan bahwa sebelum kita berdialog dengan Tuhan (shalat), kita harus memastikan diri kita suci. Kesucian di sini menuntut disiplin batin untuk menjauhkan diri dari hadats (kotoran spiritual) dan najis (noda moral). Tanpa taharah yang benar, shalat kita hanyalah formalitas. Ia mengingatkan kita bahwa kejujuran di hadapan Allah dimulai dari kejujuran membersihkan diri sendiri secara total.

Shalat (Doa Tegak): Jantung Hubungan Vertikal

Setelah taharah, kita masuk ke bab shalat. Shalat adalah inti dari ta'abbud. Safinah merinci rukun-rukunnya niat, takbir, fatihah, tuma'ninah. Detail-detail ini mengajarkan bahwa koneksi kita dengan Tuhan tidak bisa dilakukan secara serampangan. Setiap rukun menuntut kehadiran hati (khusyu') dan kesabaran. Bagi seorang perasa, tuma'ninah diam sejenak di setiap gerakan adalah jeda filosofis yang krusial: momen di mana kita menghentikan hustle duniawi dan membiarkan ruh kita berdialog dengan Keabadian. Shalat adalah pelabuhan yang harus dikunjungi lima kali sehari, agar perahu jiwa tidak tersesat.

Puasa dan Zakat: Solidaritas Horizontal dan Empati

Meskipun Safinah sangat ringkas, ia mencakup bab puasa dan zakat. Ini adalah pengingat bahwa iman tidak boleh bersifat egois. Puasa mengajarkan pengendalian diri (mujahadah), yang sangat relevan untuk melawan syahwat digital (kecanduan, insecurity). Sementara zakat mengajarkan tanggung jawab sosial dan empati (iba'an) terhadap sesama. Kekuatan batin (shalat) harus diterjemahkan menjadi aksi sosial (zakat). Fiqih adalah jembatan yang menghubungkan ritual dengan moralitas peradaban.

Penutup: Kembali ke Dasar

Bagi kita yang hidup di tengah pusaran big data dan pemikiran rumit, Kitab Safinatun Najah mengajak kita untuk berani kembali ke dasar (basic). Ia adalah cinta pertama kita terhadap syariat.

Ia mengajarkan bahwa kompleksitas hidup harus dihadapi dengan kesederhanaan ibadah yang jujur. Sebab, keselamatan sejati (An-Najah) bukanlah terletak pada seberapa jauh kita berlayar, melainkan pada seberapa kuat dan suci perahu yang kita kendarai.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sadtember

  aku merayu tubuhku  agar patuh segera pulang kepada doa - doa panjang  aku merayu tuhan untuk tetap mengelus tulang - belulangku hingga patah sampai kembali ke tanah.  doa tengah malam jangan menjauh meski bohong bolong ompong tak ada yang lebih sialan dari hiruk - pikuk dunia selain hilangnya doa - doa dan keyakinan yang kabur entah ke mana. tubuh tabah menengadah untuk teriakan paling sunyi  aku menjadi rimpuh dan mandi air tubuhku  soal segala rimpang yang tak rampung - rampung hening membuat malam semakin basah tumpah ruah riuh  oleh doa - doa yang sakit yang tak bisa lebih panjang dari isak sudah  telan sajalah !  dunia sudah sialan ingin mengumpat tetapi takut doa ditolak. Rasanya seperti ingin menyerah saja.

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

Siapa Aku ?

Nama ku Wildan Salsabila Lubis . lahir 25 November tahunnya aku lupa . membaca dan menulis hal yang sudah kugemari dari kecil. Buku-buku sejarah dan ilmu pengetahuan di rumah sering kali aku menjumpainya,melihat sampulnya yang menarik,mencoba menarik diriku kedalam tulisan-tulisan sejarah,agama,dan filsafat . Blog ini kutulis juga keluh kesahku, aku menulis apa yang aku baca,apa yang dirasa, apa saja yang ingin aku tulis. Menurutku aku introvert, aku sangat lelah jika dikeramaian,makanya menghadiri pernikahan merupakan sesuatu yang jarang aku lakukan, bersosial secukupnya,berteman juga tidak terlalu banyak. Tidak menyukai keramaian,tapi benci kesepian .  . Bukannya aku anti sosial ya, lebih memilih dan menelaah setiap kepala orang baru yang aku jumpai . aku fresh graduate uin syarif hidayatullah jakarta.  itu saja lain kali aku menulis diriku lebih panjang .