Langsung ke konten utama

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

Merangkai Doa Subuh dan Kekhawatiran Hujan dari Suara Ibu

 


 Nasihat dari Ibu

Di tengah riuhnya kota perantauan ini, yang penuh dengan tumpukan buku, jurnal ilmiah, dan tuntutan Magister, ada dua waktu yang selalu menjadi jeda paling sakral dalam hari saya.

Yang pertama, tepat pukul 03.00 dini hari. Sebuah getaran lembut membangunkan saya, bukan dari alarm, melainkan dari telepon genggam yang berbisik. Di seberang sana, suara yang sarat kelembutan, suara Ibu: "Nak, bangunlah. Sudah sepertiga malam. Ambil wudhu. Jangan lupa sampaikan hajatmu dalam doa-doa tahajudmu."

Bagi Ibu, ibadah malam itu bukan sekadar kewajiban, melainkan ruang dialog batin yang paling intim, dan ia tak pernah ingin saya melewatkannya, seolah seluruh kekuatan spiritual saya sebagai perantau bergantung pada sajadah sunyi itu.

Yang kedua, pukul 21.00 malam. Panggilan penutup hari, suara yang tadinya lembut kini bercampur dengan ibaan dan kekhawatiran. Ibu selalu memastikan saya baik-baik saja, terutama hal-hal yang bagi saya sepele, namun bagi hatinya adalah perkara hidup-mati.

“Nak, sudah makan? Jangan lupa minum air putih. Dan ingat, jangan kehujanan.”

Ah, kekhawatiran akan hujan. Karena Ibu tahu, tubuh perantau ini mudah tumbang oleh tetesan air langit. Kekhawatiran itu bukan omelan, melainkan manifestasi paling murni dari cinta tanpa batas. Setiap kali saya sakit, nada bicaranya langsung penuh getaran cemas, seolah separuh sakit itu berpindah ke tubuhnya.

Nasihat-nasihat Ibu, yang diulang setiap hari selama rentang S1 hingga S2 ini, adalah puisi kehidupan yang paling jujur:

 "Jaga Shalatmu, Nak. Itu pegangan mu." (Sebuah pengajaran tentang hubungan Hablu Minallah).

 "Jaga badanmu baik-baik. Kalau kamu sakit, siapa yang merawatmu di sana?" (Sebuah pengajaran tentang Amanah terhadap raga).

 "Ingat Kakakmu, Nak. Saling mendoakan. Kalian hanya berdua." (Sebuah pengajaran tentang Ukhuwah dan ikatan keluarga).


Dalam keheningan malam, ketika saya merenungkan nasihat-nasihat ini, saya menyadari satu hal filosofis: Ibu adalah Perwujudan Rahmatan Lil 'Alamin (kasih sayang bagi seluruh alam) yang paling nyata dalam hidup saya.

Cinta Ibu mengajarkan saya bahwa keilmuan tertinggi, sejatinya, adalah kemampuan untuk merawat, mengasihi, dan memelihara apa yang kita cintai, sekecil apapun itu—bahkan hanya sekadar menjauhi air hujan.

Semoga Allah senantiasa menjaga Ibu, sumber mata air yang tak pernah kering ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sadtember

  aku merayu tubuhku  agar patuh segera pulang kepada doa - doa panjang  aku merayu tuhan untuk tetap mengelus tulang - belulangku hingga patah sampai kembali ke tanah.  doa tengah malam jangan menjauh meski bohong bolong ompong tak ada yang lebih sialan dari hiruk - pikuk dunia selain hilangnya doa - doa dan keyakinan yang kabur entah ke mana. tubuh tabah menengadah untuk teriakan paling sunyi  aku menjadi rimpuh dan mandi air tubuhku  soal segala rimpang yang tak rampung - rampung hening membuat malam semakin basah tumpah ruah riuh  oleh doa - doa yang sakit yang tak bisa lebih panjang dari isak sudah  telan sajalah !  dunia sudah sialan ingin mengumpat tetapi takut doa ditolak. Rasanya seperti ingin menyerah saja.

Berawal dari "Friendly", Berakhir Jadi Psikopat: Catatan Gelap dari Kasus UIN Suska Riau

Oleh: Wildan Salsabila Lubis Pagi-pagi buta hatiku tergerak untuk menulis kasus mahasiswa di UIN Suska Riau, kebetulan aku lagi di Riau. Sedari awal kasus ini hadir di publik, video kejadian beredar dimana-mana. Aku berusaha untuk menahan diri, teringat dulu pesan dari dosen kami, beliau dosen mantiq namanya ustad hidayatullah. Setiap mengakhiri sesi di kelas beliau selalu berpesan, sebagai akademisi atau peneliti, tahan-tahan dirimu untuk mengambil kesimpulan, sabar-sabarkan hatimu membaca fakta, karena pada akhirnya kebenaran selalu hadir diwaktu yang tepat. Aku rasa ini waktunya yang tepat untuk mengambil kesimpulan, kendatipun nanti menunggu keterangan dari dua pasangan ini.  Menelaah psikologi rehan yang jatuh cinta, anak yang introvert dapat afeksi, sebelumnya belum pernah dapat sensasi itu dari perempuan, ujungnya penolakan berubah jadi yandere, hilangnya rasionalitas. Belakangan ini, lini masa media sosialku cukup ramai dengan sebuah kasus yang sedang hangat dari UIN Suska ...

Siapa Aku ?

Nama ku Wildan Salsabila Lubis . lahir 25 November tahunnya aku lupa . membaca dan menulis hal yang sudah kugemari dari kecil. Buku-buku sejarah dan ilmu pengetahuan di rumah sering kali aku menjumpainya,melihat sampulnya yang menarik,mencoba menarik diriku kedalam tulisan-tulisan sejarah,agama,dan filsafat . Blog ini kutulis juga keluh kesahku, aku menulis apa yang aku baca,apa yang dirasa, apa saja yang ingin aku tulis. Menurutku aku introvert, aku sangat lelah jika dikeramaian,makanya menghadiri pernikahan merupakan sesuatu yang jarang aku lakukan, bersosial secukupnya,berteman juga tidak terlalu banyak. Tidak menyukai keramaian,tapi benci kesepian .  . Bukannya aku anti sosial ya, lebih memilih dan menelaah setiap kepala orang baru yang aku jumpai . aku fresh graduate uin syarif hidayatullah jakarta.  itu saja lain kali aku menulis diriku lebih panjang .